Renovasi Rumah Dinas Rp25 Miliar dengan Rincian yang Bikin Gerah

Baru beberapa pekan setelah polemik mobil mewah mereda, publik kembali dikejutkan dengan kabar baru yang tidak kalah kontroversial. Pada awal April 2026, beredar luas informasi bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk renovasi rumah dinas gubernur dan wakil gubernur. Jika sebelumnya Rudy Mas'ud dipaksa mundur oleh publik, kini ia seolah kembali melenggang dengan proyek mewah lainnya yang berseliweran di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Rudy Mas'ud pun segera memberikan klarifikasi. Ia berusaha meyakinkan publik bahwa anggaran sebesar Rp25 miliar tersebut tidak hanya untuk renovasi rumah dinas gubernur, tetapi juga mencakup renovasi rumah dinas wakil gubernur serta pembangunan sejumlah sarana dan prasarana fungsional lainnya di kompleks perumahan dinas. Ia juga mengklaim bahwa selama lebih dari 10 tahun, rumah dinas gubernur tidak pernah direnovasi secara besar-besaran sehingga kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Namun, alih-alih meredakan situasi, klarifikasi Rudy Mas'ud justru semakin memicu kemarahan publik. Media kemudian berhasil menguping sejumlah detail dokumen rencana renovasi tersebut. Beberapa item yang dinilai "mewah dan tidak masuk akal" seperti anggaran untuk akuarium air laut raksasa, ruang pijat refleksi, serta taman tropis buatan menjadi sorotan tajam. Publik pun dibuat geram oleh rincian proyek yang dinilai sebagai bentuk gaya hidup hedonis semata. Menghadapi desakan yang terus membesar dan agar kasus ini tidak semakin larut, Rudy Mas'ud akhirnya membuat keputusan dadakan. Ia mengakui bahwa ada beberapa item yang salah alamat dan bukan merupakan kebutuhan dinas yang esensial, kemudian mengumumkan bahwa ia akan menanggung biaya item-item mewah tersebut dari kantong pribadinya. Namun, bagi banyak pengamat dan aktivis, langkah setengah hati ini dinilai sebagai pengakuan tidak langsung atas kesalahan alokasi anggaran publik.