JAKARTA, LITERASIHUKUM.COM — Sejumlah pejabat negara disebut tidak akan menggelar open house atau gelar griya saat Lebaran 2026, seiring imbauan dari Istana agar perayaan hari raya tidak dilakukan secara berlebihan. Salah satu nama yang disebut tidak akan mengadakan open house adalah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Langkah ini mencerminkan sikap kehati-hatian para pejabat di tengah pesan pemerintah agar perayaan Idulfitri tetap dijalankan dengan empati sosial. Imbauan itu sebelumnya disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menekankan pentingnya kepekaan karena masih banyak masyarakat yang belum berada dalam kondisi ekonomi yang sepenuhnya baik.
Menurut informasi yang beredar, bukan hanya Dasco yang memilih tidak menggelar open house tahun ini. Sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga disebut mengambil langkah serupa. Arah kebijakan ini memperlihatkan bahwa perayaan Lebaran di kalangan elite pemerintahan tahun ini cenderung dibingkai lebih sederhana dan tidak menonjolkan kemewahan.
Istana Dorong Perayaan Lebaran Lebih Sederhana
Pesan agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan memberi sinyal bahwa pemerintah ingin pejabat publik menjaga sensitivitas sosial di tengah situasi ekonomi masyarakat. Dalam konteks itu, open house yang biasanya identik dengan keramaian, jamuan besar, dan pertemuan terbuka dalam skala luas dipandang perlu diselenggarakan secara lebih terukur, atau bahkan ditiadakan.
Pilihan sejumlah pejabat untuk tidak menggelar open house juga dapat dibaca sebagai upaya menyesuaikan diri dengan nada kebijakan tersebut. Secara politik, langkah ini penting karena tradisi open house pejabat selalu mengandung makna simbolik: bukan hanya silaturahmi, tetapi juga cara elite negara memperlihatkan posisi dan gaya kekuasaan mereka di ruang publik.
Berbeda dengan Tahun Lalu
Situasi tahun ini tampak berbeda dengan Lebaran 2025, ketika Presiden Prabowo menggelar open house di Istana Merdeka dan menerima pejabat negara, tokoh nasional, serta masyarakat umum. Saat itu, acara gelar griya di Istana berlangsung terbuka dan dihadiri banyak pejabat publik. ANTARA mencatat para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah ikut menghadiri open house Presiden di Istana.
Dasco sendiri pada Lebaran tahun lalu juga terlihat hadir dalam sejumlah agenda open house pejabat negara. ANTARA dan detik mencatat Dasco menghadiri open house Ketua MPR Ahmad Muzani maupun open house Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan pada Idulfitri 1446 Hijriah.
Karena itu, keputusan untuk tidak menggelar open house tahun ini bukan sekadar soal teknis agenda Lebaran, melainkan menunjukkan perubahan suasana politik dan sosial. Pemerintah tampaknya ingin memberi pesan bahwa pejabat publik perlu merayakan hari besar keagamaan dengan lebih sederhana, lebih peka, dan tidak terkesan berjarak dengan kondisi masyarakat.
Pada akhirnya, pilihan sejumlah pejabat untuk meniadakan open house dapat dibaca sebagai bagian dari penyesuaian etika politik di tengah tekanan efisiensi dan sensitivitas sosial. Lebaran tetap menjadi ruang silaturahmi, tetapi tahun ini nuansanya diarahkan agar tidak tampil berlebihan di hadapan publik.
Komentar
0Bagikan perspektif Anda secara sopan, relevan, dan fokus pada isi artikel. Komentar tampil setelah moderasi.
Ikut berdiskusi
Tulis tanggapan yang jelas, sopan, dan tetap pada topik pembahasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Komentar akan muncul setelah dimoderasi.