Ganjar-Mahfud Berharap MK Membuat Landmark Decision
Menurut Mahfud, Mahkamah Konstitusi (MK) harus memiliki keberanian untuk membuat keputusan yang monumental dengan menembus ruang keadilan substantif, bukan hanya terbatas pada keadilan prosedural. Terutama, MK memiliki tanggung jawab besar karena menjadi pihak yang memperkenalkan konsep pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang telah diadopsi dalam tata hukum di Indonesia.
Ia menekankan agar tidak terjadi persepsi, bahkan kebiasaan, bahwa hasil pemilu hanya dapat dimenangkan oleh pihak yang memiliki kekuasaan atau dekat dengan kekuasaan serta memiliki sumber daya finansial yang berlimpah. Mahfud berharap MK memiliki keberanian untuk membatalkan hasil pemilu yang diduga dilakukan secara curang dan melanggar prosedur. Sebagai contoh, Mahfud menyebut bahwa MK dan Mahkamah Agung di beberapa negara seperti Australia, Ukraina, Bolivia, Kenya, Malawi, dan Thailand juga pernah membatalkan hasil pemilu dalam beberapa kasus.
Mahfud memahami bahwa tidak mudah bagi hakim konstitusi untuk mengambil keputusan dalam perkara gugatan sengketa hasil pemilihan umum presiden. Namun, ia berpendapat bahwa MK harus mengambil langkah-langkah penting untuk menyelamatkan masa depan demokrasi dan hukum di Indonesia.
”Jangan sampai timbul persepsi bahkan kebiasaan bahwa pemilu hanya bisa dimenangi oleh yang punya kekuasaan atau yang dekat dengan kekuasaan dan mempunyai uang berlimpah. Jika ini dibiarkan terjadi, berarti keberadaban kita menjadi mundur,” katanya.
Tulis komentar