Literasi Hukum - Denmark mengundang Amerika Serikat untuk ikut serta dalam latihan militer NATO “Arctic Endurance” di Greenland, wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark. Undangan itu disampaikan ketika perhatian negara-negara Barat terhadap keamanan Arktik kembali meningkat, seiring kekhawatiran atas aktivitas Rusia di kawasan utara dan ketegangan geopolitik yang ikut dipicu oleh polemik Washington mengenai masa depan Greenland.

Kepala Komando Arktik Gabungan Denmark, Mayor Jenderal Søren Andersen, mengatakan bahwa latihan tersebut melibatkan para mitra NATO dan undangan juga disampaikan kepada Amerika Serikat. Ia menegaskan fokus pertahanan Denmark di Greenland diarahkan pada pemantauan Rusia, bukan pada ancaman dari sesama anggota aliansi.

Andersen berbicara di Nuuk pada Jumat, 16 Januari 2026, di atas kapal perang Denmark. Dalam kesempatan itu, ia menyebut skenario konflik antaranggota NATO sebagai sesuatu yang tidak realistis. Menurutnya, latihan dan perencanaan pertahanan tetap dilakukan sebagai praktik rutin untuk memastikan kesiapan melindungi wilayah Kerajaan Denmark bersama kerangka kerja NATO.

Latihan “Arctic Endurance” tahun ini dirancang untuk menguji kemampuan pasukan beroperasi pada kondisi musim dingin. Andersen mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah Amerika Serikat akan memastikan keikutsertaan, tetapi menegaskan undangan sudah disampaikan. Ia juga menyebut Denmark tidak mengundang pasukan Amerika untuk latihan sejenis pada September lalu.

Ilustrasi Gambar pasukan NATO di Greenland

Di tengah persiapan latihan itu, Andersen menyatakan bahwa saat ini tidak ada kapal Rusia maupun China yang terdeteksi berada di sekitar Greenland. Namun, ia menyebut sebuah kapal riset Rusia berada sekitar 310 mil laut dari Greenland. Ia menambahkan bahwa sekutu-sekutu NATO memonitor situasi dan memiliki gambaran yang memadai mengenai kondisi keamanan di kawasan tersebut.

Komando Arktik Gabungan Denmark sendiri bertanggung jawab atas pertahanan di sekitar Greenland dan Kepulauan Faroe, termasuk misi pengawasan serta pencarian dan penyelamatan. Dalam menjalankan tugasnya, komando ini memanfaatkan kapal patroli, pesawat dan helikopter, teknologi satelit, serta patroli jarak jauh dengan kereta luncur anjing Sirius di wilayah Arktik.

Pernyataan Andersen muncul di tengah kembali menguatnya sorotan internasional terhadap Greenland. Presiden AS Donald Trump berulang kali menyebut Greenland penting bagi keamanan Amerika Serikat dan sempat menolak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut. Di sisi lain, Denmark telah menyiapkan paket pertahanan Arktik bernilai puluhan miliar kroner Denmark untuk menjawab meningkatnya kekhawatiran keamanan di kawasan utara.