Literasi Hukum, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari Selasa, 15 Juli 2025, memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam sebuah momen yang disebut krusial bagi penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Pemeriksaan ini menjadi sorotan utama karena penyidik tengah mendalami potensi adanya keterkaitan antara Nadiem dengan dua raksasa teknologi, Gojek dan Google, dalam proyek digitalisasi pendidikan yang berlangsung pada periode 2019-2022.
Nadiem, yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, tiba di Gedung Bundar Kejagung sekitar pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pekan sebelumnya yang tidak dapat dipenuhi Nadiem karena alasan pribadi.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menegaskan bahwa kehadiran Nadiem sangat vital bagi penyidik. Pemeriksaan ini dilakukan setelah penyidik mengantongi keterangan dari lebih dari 40 saksi dan mengumpulkan berbagai alat bukti, baik dokumen maupun elektronik, sejak kasus ini naik ke tahap penyidikan pada 21 Mei 2025.
"Kehadiran yang bersangkutan saya kira sangat penting bagi penyidik hari ini untuk melakukan, selain pendalaman terhadap berbagai informasi, juga barangkali konfirmasi," jelas Harli.
Fokus utama penyidik adalah untuk mengonfirmasi dan mendalami sejumlah temuan. Pertanyaan yang diajukan akan berkisar pada fungsi pengawasan yang dilakukan Nadiem selaku menteri, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pasca-pengadaan. Selain itu, penyidik juga akan mengonfirmasi temuan dari penggeledahan di kantor GoTo pada 8 Juli 2025 lalu.
Secara spesifik, Harli tidak menampik bahwa salah satu benang merah yang coba ditarik oleh penyidik adalah dugaan adanya pengaruh investasi Google ke Gojek pada tahun 2019 terhadap keputusan pemilihan Chromebook sebagai laptop untuk program pendidikan nasional. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa petinggi dari kedua perusahaan, termasuk Andre Soelistyo dari Gojek (kini GoTo) dan perwakilan Google Indonesia.
Komentar
0Bagikan perspektif Anda secara sopan, relevan, dan fokus pada isi artikel. Komentar tampil setelah moderasi.
Ikut berdiskusi
Tulis tanggapan yang jelas, sopan, dan tetap pada topik pembahasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Komentar akan muncul setelah dimoderasi.