Oposisi terbelah soal figur transisi
Di kubu oposisi dan diaspora Venezuela, muncul kekecewaan karena Washington tidak mengadopsi gagasan penunjukan María Corina Machado sebagai pemimpin transisi. Di sisi lain, sebagian pihak menilai Edmundo González—yang menjadi pesaing Maduro pada pemilu 2024—lebih layak memimpin, dengan argumen bahwa hasil pemilu seharusnya berpihak pada oposisi bila proses berlangsung adil. [3]
PBB bersidang, dunia menilai operasi AS sebagai preseden berbahaya
Ketegangan internasional meningkat seiring rencana Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk membahas serangan AS ke Caracas. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan kekhawatiran bahwa penghormatan pada hukum internasional tergerus dan tindakan semacam ini berpotensi menciptakan preseden yang membahayakan. [4]
Sejumlah negara—termasuk Rusia, China, dan Meksiko—menyampaikan kecaman, dengan penekanan pada isu kedaulatan dan rujukan terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB. [5]
Kritik di AS dan sorotan motif minyak
Di dalam negeri AS, operasi itu memicu kritik, termasuk dari kalangan ahli hukum yang mempertanyakan dasar legal tindakan militer tanpa persetujuan Kongres. Aksi protes juga muncul di beberapa kota, dengan narasi penolakan terhadap intervensi yang dianggap terkait kepentingan sumber daya.
Isu minyak semakin menonjol setelah Trump menyatakan rencana melibatkan perusahaan-perusahaan energi AS untuk memulihkan sektor minyak Venezuela dan kembali mengoptimalkan produksinya.[6]
Seruan Vatikan
Dari Vatikan, Paus Leo XIV menyerukan agar Venezuela tetap diperlakukan sebagai negara berdaulat. Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum sesuai konstitusi, serta mendorong upaya meredakan kekerasan dan membuka jalan menuju keadilan serta perdamaian.
Tulis komentar